Pada penghujung tahun lalu, tepatnya pada tanggal 20 hingga 22 Desember 2025, tim wirausaha mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Shell E Merch, kembali membuktikan eksistensinya di industri kreatif dengan menjalin kerja sama strategis pada perhelatan Barinting 5.0. Kolaborasi ini menjadi wadah unjuk gigi bagi startup mahasiswa tersebut dalam mempromosikan produk-produk merchandise yang ramah lingkungan.
Dalam ajang Barinting 5.0, Shell E Merch menghadirkan salah satu inovasi produk unggulannya, yakni lukisan custom berukuran 10x10 cm. Menariknya, produk ini sama sekali tidak menggunakan bahan baku konvensional baru. Kanvas yang digunakan merupakan hasil daur ulang (upcycling) dari limbah banner atau spanduk bekas. Tidak berhenti di situ, bingkai serta gantungan kuncinya juga dirakit dengan memanfaatkan sisa-sisa potongan kayu bekas yang telah diolah sedemikian rupa hingga memiliki nilai estetika yang tinggi.
Kehadiran booth Shell E Merch sukses menarik perhatian dan antusiasme pengunjung Barinting 5.0. Dalam dokumentasi kegiatan, terlihat para anggota tim berinteraksi secara hangat dan melayani para pelanggan yang penasaran dengan keunikan produk daur ulang tersebut. Selain memamerkan lukisan custom dan berbagai merchandise lainnya, tim ini juga telah mengadopsi sistem transaksi yang modern dan praktis dengan menyediakan layanan pembayaran digital berbasis QRIS bagi para pembeli.
Kerja sama dengan Barinting 5.0 ini merupakan langkah pembuktian konkret dari Shell E Merch bahwa limbah yang sering kali dianggap tidak bernilai dapat disulap menjadi karya seni yang memiliki nilai komersial dan diminati oleh pasar. Pencapaian ini sekaligus mempertegas komitmen Shell E Merch untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui pendekatan industri kreatif, seni, dan budaya.
Sulap Spanduk dan Kayu Bekas Jadi Karya Seni, Shell E Merch ITK Pukau Pengunjung di Ajang Barinting 5.0